Monday, December 11, 2017

How to Handle Sibling Rivalry


-PARENTING-
Kamis, 30 Maret 2017 - Team Mommiesdailydotcom dan co-founder Rumah dandelion mengadakan Intimate Lunch dengan tema Sibling Rivalry.
* Apa sih Sibling Rivalry?
* Kenapa muncul Sibling Rivalry?
* Kapan muncul Sibling Rivalry?
* Bagaimana cara menyikapi Sibling Rivalry?

Di post ini saya akan sharing tentang apa yang di dapat dari acara tersebut. Semoga dapat berguna untuk para moms. Sibling Rivalry itu : Alamiah & Pasti. Perasaan seorang anak yang tersaingi karena kehadiran anggota baru dalam keluarga (si adik). Usia paling riskan saat Kakak di bawah 3 tahun, si kakak akan merasa terancam dengan kehadiran si adik. Sibling Rivalry tidak bisa dihindari, yang dapat dilakukan adalah pencegahan di awal untuk meminimalisir. Cara nya bagaimana? Orang tua mengajak kakak ikut terlibat dalam fase-fase "kedatangan" si adik.
Fase 1: Saat sedang mengandung ajak kakak terlibat saat kontrol ke RS.
Fase 2: Periode melahirkan di RS, tanyakan apakah kakak mau menunggu proses kelahiran sang adik atau menunggu di rumah. (Pada fase ini peran Ayah sangat penting).
Fase 3: Pulang RS, ajak kakak kembali terlibat ganti diapers si adik, memandikan si adik, dll. (Namun Ibu tetap harus bertanya kepada kakak mau atau tidaknya, jangan dipaksa)
Fase 4: Bulan-bulan pertama saat kehadiran si adik di rumah, Ibu dan Ayah harus dapat membagi waktu perhatian kepada si kakak selama 3-6 bulan pertama.

Setelah melewati ke empat fase tersebut bukan berarti Sibling rivalry tidak bisa muncul lagi, karena kembali lagi ke kata kunci pertama "ALAMIAH". Jadi, secara alamiah Sibling Rivalry dapat muncul saat si adik sudah mulai punya mau. Pencegahan nya adalah bagaimana orangtua memperlakukan anak-anak dan memberikan penjelasan kepada masing-masing anak.

Tanda-tanda dari sibling rivalry adalah :
Anak menjadi lebih manja, karena mereka tahu itu cara untuk memenangkan kembali perhatian orang tua nya (demanding), meminta bantuan untuk hal yang sebenarnya sudah dapat dilakukan sewaktu si adik belum ada, lebih agresif (misalkan mengajak si adik yang masih kecil bermain gulat padahal si adik belum bisa apa-apa).

Yang dapat menentukan muncul/ tidak nya sibling rivalry :
1. Komunikasi sejak kecil tentang perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, harus dibiasakan sejak kecil.
2. Memahami karakter anak: .
*Easy child : cepet akrab, gampang membentuk rutinitas.
*Difficult child : butuh intensitas yg tinggi, kebutuhan gerak yang lebih besar, energi nya banyak (rentan memiliki sibling rivalry), punya kecenderungan impulsif, low persistent (gampang nyerah). Saat terjadi konflik orang tua jangan menjadi "hakim", cukup menjadi wasit saja, Orang tua melihat dulu (yakin pada anak, kasih opsi ke anak, siaga agar tidak berantem fisik) .
3. Hubungan orang tua (suami istri) yang harmonis dan kompak. Jaga Quality Time berdua.
4. Secara berkala tanyakan kepada anak apa yang diinginkan, apa yang membuatnya merasa seperti itu (Quality Time dengan si anak).

No comments:

Post a Comment

Yuk berbagi cerita kalian disini