Friday, April 13, 2018

Faber-Castell Menjawab Kontra Pemberian Gadget Pada Anak Melalui Colour to Life

Faber-Castell Colour to Life
Sabtu, 7 April 2018, bersama dengan Komunitas Emak Blogger saya mengikuti launching sekaligus workshop "Colour to Life" bersama Faber-Castell yang diselenggarakan di Gramedia Central Park. Saat pertama kali mendengar Faber-Castell yang terlintas dalam pikiran saya adalah pensil warna dan pensil 2B yang jaman dulu saya sekolah dipakai buat ujian. Rasanya sudah lama sekali saya gak memegang pensil warna, dan jujur saja saat sekolah nilai kesenian saya pasti pas-pas an. Kalau diminta gambar yang muncul di kertas gambar adalah 2 gunung yang di tengah nya ada jalan, terus ada awan dan burung-burung, ditambah bonus gambar rumah di bawah kaki gunung. Emaks pada suka gambar apa? 


SEJARAH FABER-CASTELL

https://www.pinterest.com/fabercastellindia/faber-castell-family-tree/
Sebelum beralih lebih jauh kita kenalan dulu yuk sama Faber-Castell. Pembuat pensil pertama kali tercatat di kota kekaisaran Nuremberg sekitar tahun 1660. Banyak pengrajin juga mendirikan toko di desa-desa sekitarnya, tetapi terutama di Stein, yang berada di dalam Marquisate dari Ansbach. Salah satunya adalah pembuat kabinet Kaspar Faber. Pada awalnya ia bekerja untuk pedagang lokal, tetapi dalam waktu luangnya Kaspar menghasilkan pensil dengan namanya sendiri. Ia mampu mendirikan bisnis sendiri dari awal yang sederhana itu menjadi sebuah perusahaan yang dikenal di seluruh dunia.
https://www.pinterest.com/pin/343681015305144765/
Setelah kematian Kaspar kemudian anaknya yang bernama Anton mengambil alih bisnis yang sudah dilakukan dengan baik. Dia membeli sebidang tanah di tepi Stein, dengan sebuah bengkel yang dalam beberapa tahun kemudian dibangun menjadi sebuah pabrik yang berkembang. Lokasi pabrik ini menjadi markas A.W. Faber-Castell hingga hari ini. Pada usia 51 tahun, Anton Wilhelm menyerahkan bisnis kepada anaknya Georg Leonhard yang telah dikenal sebagai pabrik pensil dan perusahaan yang masih menggunakan inisial namanya
https://www.pinterest.com/pin/343681015305144745/
Georg Leonhard terus mengoperasikan perusahaan di masa-masa yang sulit secara politik dan ekonomi, tetapi tidak mampu mencegah penurunan dalam bisnis. Ia menyadari bahwa pengalaman dari negara lain sangat menentukan masa depan perusahaannya, sehingga ia mengirim anak-anaknya Lothar dan Johann ke luar negeri. 
https://www.pinterest.com/fabercastellindia/faber-castell-family-tree/
Lothar Faber yang berumur 22 tahun kembali ke rumah ketika kematian ayahnya pada tahun 1839. Dia membangun toko besar dengan kualitas dan presentasi produk eksklusif-nya, dicap dengan "A.W. Faber "- dan menjadi kemunculan merek pertama produk alat tulis. (sumber : http://www.faber-castell.co.id)

COLOUR TO LIFE

Suasana Launching Colour to Life di Gramedia Central Park
Perkembangan teknologi mengubah kebiasaan anak-anak untuk lebih sering bermain melalui permainan yang ada di gawai (bahasa inggris : gadget). Faber-Castell menjawab tantangan tersebut dengan terus melakukan inovasi, diantaranya melalui perpaduan antara menggambar secara konvensional dengan kemajuan teknologi Augmented Reality (AR) melalui produk Colour to Life (CTL). Augmented reality atau bahasa indonesianya Realitas tertambah seperti dilansir wikipedia merupakan teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.

Product Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Richard Panelewen 
Bapak Richard Panelewen selaku Product Manager PT Faber-Castell International Indonesia, menjelaskan mengenai 5 game yang terdapat dalam produk Colour to Life, dimana selain buku yang terdiri dari 15 gambar untuk diwarnai, terdapat connector pen nya juga. Adapun 5 game tersebut memiliki karakter dan manfaat masing-masing, misalkan Safe Flight, Giddy Up, dan Pogo Boy untuk melatih konsentrasi dan motorik. Sementara Dress up Challenge dan Balance Your Brain mempunyai keunggulan untuk melatih keseimbangan otak kiri dan kanan.


Berikut adalah 5 tahapan dalam penggunaan Colour to Life :
  1. Mewarnai, pastinya tujuan utama tetap aktivitas mewarnai (colour), karena ini melatih sensing pada anak.
  2. Scan, setelah selesai mewarnai pengguna harus memindai gambar yang telah diwarnai menggunakan aplikasi Colour to Life yang telah diunduh sebelumnya di App store maupun Google Play store.
  3. Interaksi dengan 3D, anak dapat berinteraksi dengan karakter yang dipilih , menggerakan karakter 3D ke kanan kiri, atas bawah, maupun berputar.
  4. Foto Selfie, anak dapat berfoto dengan karakter favoritnya. Seru banget loh, mama nya sampai nagih foto selfie mulu (ini mama nya yang senang).
  5. Bermain, ada 5 karakter dengan 5 permainan berbeda yang dapat dimainkan oleh anak.
Selfie Bersama Hasil Colour to Life (^,^)

Managing Director PT Faber-Castell International Indonesia, Yandramin Halim
Managing Director PT Faber-Castell International Indonesia, Bapak Yandramin Halim menjelaskan bahwa dengan derasnya pengaruh arus digitalisasi dan gawai saat ini, tidak mungkin kita melarang anak untuk sama sekali tidak menggunakan gawai. Oleh karena itu sebagai orangtua kita harus bijaksana, yaitu dengan menyeimbangkan penggunaan gawai dan kegiatan non gawai seperti menggambar dan mewarnai, karena selain mengasah kreativitas mewarnai juga dapat dilakukan untuk relaksasi.

Demo Aplikasi Colour to Life oleh Bpk. Yandramin Halim dan Bpk. Richard Panelewen
Melalui Colour to Life, Faber-Castell memperlihatkan bahwa anak-anak bisa menjadi subjek dan bukan sepenuhnya objek dari mainan digital. Jadi, anak-anak bisa diarahkan ke dunia digital dengan peran sebagai kontributor (dalam bentuk mensuplai karakter/ objek yang telah mereka warnai untuk dipakai dalam game tersebut).

TEKNIK MEWARNAI DENGAN CONNECTOR PEN

Ternyata mewarnai dengan connector pen ada beberapa teknik loh, saya pun baru mengetahui dari buku panduan kecil yang terdapat di dalam kemasan Colour to Life. Berikut beberapa teknik mewarnai dengan connector pen dari Faber-Castell :

teknik mewarnai
Patterning & Pointilism

Squiggling-Shadding-Contouring
  • Patterning 
    • Teknik mewarnai dengan mengisi bidang kosong dengan pola atau motif yang digambar secara berulang.
  • Pointilism
    • Teknik mewarnai menggunakan titik-titik untuk mengisi bidang kosong.
  • Squiggling
    • Teknik mewarnai seperti menggambar garis kusut yang melingkar (seperti benang kusut) hingga memenuhi seluruh bidang kosong pada gambar.
  • Shadding
    • Teknik mewarnai dengan cara menimpa warna yang lebih terang ke warna gelap, sehingga akan memberikan efek gradasi pada gambar.
  • Contouring
    • Teknik mengisi bidang gambar dengan mengikuti bentuk bidang terluar dari gambar.


Seru banget ya ternyata mewarnai, kalau saja dulu saya ikut workshop seperti ini pasti nilai mata pelajaran menggambar dapat bagus terus, hehehee. Nah, kalau kalian gak mau ketinggalan info worshop dan kegiatan seru Faber-Castell lainnya langsung follow instagram, twitter, dan fanpage nya ya!

FABER-CASTELL INTERNATIONAL INDONESIA
Facebook : fabercastell.international.indonesia/
Twitter : @FaberCastell_id
IG : @fabercastell_id

VIDEO TUTORIAL COLOUR TO LIFE


10 comments:

  1. wah ini keren sekali. Kebetulan beberapa hari yang lalu saya barusan ikut workshop AR, terus pulangnya bawa kartu-kartu marker. Pas nemu kartu itu anak-anak nanya, itu kartu buat apa, saya bilang bisa buat main game, tapi Mama harus buat codingnya dulu.

    Berhubung bikin codingnya pasti lama, kayaknya bakal lebih cepat mengenalkan apa itu AR pakai faber castle colour to life ini deh.

    Makasih sharingnya ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah senang sekali bermanfaat mbak sharing sy.selamat mencoba ya mbak��

      Delete
  2. Ternyata sejarah faber castell cukup panjang juga ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa mbak, masih ada lanjutannya itu. Hahaa..

      Delete
  3. anakku lagi suka2nya gambar nih...mksh infonya mbak

    ReplyDelete
  4. Dari jaman masih SD sampe anakku suka corat coret ya faber castell. Love it ❤

    ReplyDelete
  5. Waah, menarik banget ini, anak-anak suka mewarnai, kalau bisa ada 'bentuk hidupnya' jadi lebih menarik ya.

    ReplyDelete
  6. Wah wah bener keren Faber castell dengan inovasi colour to life nya. Salute

    ReplyDelete
  7. Duh senangnya baca sejarah Faber Castell yaaa... Dan senang banget juga bisa main dengan AR Ini

    ReplyDelete

Yuk berbagi cerita kalian disini