Impianku Membuat Hidupku Lebih Terarah

Bagi saya impian menjadi kenyataan bukan hal mustahil. Semester akhir kuliah saya mengambil praktik kerja dan diterima di perusahaan sekuritas (saham) sebagai Corporate Finance, setelah 6 bulan magang saya masih melanjutkan bekerja disana hingga salah satu teman mengajak saya bekerja di suatu bank multinasional menjadi sales funding. Namun kenyataan tidak seindah gambaran saat wawancara kerja di awal. Setelah 1 tahun 3 bulan saya harus mengundurkan diri. Saat itu terlintas di pikiran saya untuk mencari pekerjaan sesuai jurusan kuliah saya, yaitu akuntansi. Manusia boleh berencana, tapi pada akhirnya Tuhan yang berbicara. Saya dipanggil wawancara dan tes kerja di salah satu perusahaan asuransi jiwa multinasional.


Awalnya saya ragu karena kata "asuransi" memiliki konotasi negatif buat saya dan bukan hanya satu atau dua orang yang pernah menawari saya untuk membeli asuransi, baik yang konvensional maupun unit link. Terbujuk oleh kata-kata sang HRD bahwa berbeda dengan agency, posisi yang ditawarkan berhubungan dengan Business to Business (B2B) bukan ke individu-individu. Singkat cerita saya pun bekerja disana sebagai Employee Benefit Consultant (EBC). Apakah perusahaan tempat kalian bekerja memberikan manfaat asuransi kesehatan, baik rawat inap, rawat jalan, gigi, kacamata, maupun melahirkan (bagi karyawati dan istri karyawan)? Nah, saya bagian yang menjelaskan manfaat tersebut dan membuat yakin HRD hingga Direksi tempat kalian bekerja untuk memilih manfaat asuransi kesehatan yang terbaik untuk karyawan mereka.

http://wartakota.tribunnews.com/
Ketika akhirnya saya resmi bekerja di perusahaan tersebut saya penasaran ingin mencari tahu apa benar asuransi hanyalah modus "menipu" seperti pemikiran saya dan teman-teman saya yang awam mengenai asuransi pada saat itu. Ternyata pemikiran saya salah, saat itu agent-agent asuransi yang menawari saya selalu mengatakan bahwa hasil investasi sekian persen, seolah-olah asuransi merupakan investasi terbaik yang harus diambil apabila mau profit yang besar. Kenyataannya memang benar asuransi adalah investasi terbaik, namun bukan untuk menggali profit melainkan proteksi untuk pendapatan atau harta yang kita miliki. Ibaratnya kita seperti menabung, dan bila terjadi resiko asuransi yang membayarkan dan tabungan kita di tempat lain tidak berkurang drastis.

Sejak itu saya mulai sadar asuransi, bahkan asuransi masuk ke list impian saya untuk melindungi saya sendiri dan keluarga. Dengan kemauan sendiri saya mencari asuransi yang cocok untuk orangtua. Alasannya sederhana, diantara 3 bersaudara dapat dikatakan saya tulang punggung keluarga, dengan tabungan saya yang terbatas apabila nanti salah satu dari keluarga amit-amit ada yang jatuh sakit, apakah tabungan saya akan mencukupi? Atau kalau saya sendiri yang amit-amit lagi kecelakaan dan tidak dapat bekerja lagi, siapa yang akan membiayai?

Impian saya keluar negeri tercapai sebelum usia 40
Beruntung saya diberi kesempatan bekerja di industri asuransi selama 5 tahun, dimana selain membenarkan pandangan yang salah terhadap asuransi, saya pun dapat mencapai 2 impian sebelum memasuki usia 40 yaitu, membelikan rumah untuk orangtua dan jalan-jalan keluar negeri gratis  (^o^).

sebelum usia 40 saya berhasil membelikan rumah untuk orangtua
Beberapa pelajaran yang saya dapatkan selama 5 tahun bekerja adalah :
  1. Berani untuk bermimpi, orang yang gak punya mimpi/ impian tidak mempunyai tujuan dalam hidupnya. 
  2. Fokus dan Persistence, ketika fokus pada impian kita harus yakin dan tidak berhenti saat menghadapi rintangan (pantang menyerah).
  3. Bersyukur, setiap orang boleh berencana tapi akhirnya tetap Tuhan yang menentukan. Rejeki setiap orang tidak akan tertukar.

28 comments:

  1. yup asuransi memang sangat penting kak untuk masa depan , smg segala mimpi kita terwujud yah kak amin hehee

    ReplyDelete
  2. semoga impiannya segera tercapai ya ...

    sekarang sibuk apa mbak wenny.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aminn... makasii kak :)

      sekarang ibu rumah tangga saja :D

      Delete
  3. Wah, tulisannya bagus. Kebetulan saya lagi semangat nih baca tulisan peserta lain, karena saya juga lagi ikutan lomba blog yang sama.

    Saya rasa aku dan kamu setuju, kalau kita boleh punya banyak keinginan yang ingin kita capai sebelum usia 40 tahun yang kiranya buat kita bahagia. Tapi bagaimana pun juga, kesehatan tetaplah yang paling berharga tuh. Apalagi kalau itu soal kesehatan kita dan keluarga. Pasti amat sangat ingin kita perjuangkan.

    Saya setuju kalau kita menginginkan Commonwealth Life sebagai penyedia asuransi jiwa bagi keluarga kita, sekaligus menjadi sarana investasi untuk masa depan berkat produk Unit Linknya. Wih, komplit tuh jadinya. Kesehatan keluarga terjamin, sekaligus bisa nabung juga untuk hari tua.

    Btw, karena ini lomba blog, saya ucapkan semoga beruntung di lombanya, dan juga semoga salah-satu hadiah-hadiah yang keceh itu mendarat dengan mulus didepan pintu rumah kita, hehehe.

    Kunjungan balik ya ke blog gue di http://bit.ly/40TahunAdalahKoentji karena saya juga butuh pendapat dan masukan kamu untuk kesempurnaan pos-pos saya berikutnya. Terima kasih, dan semoga beruntung.

    #HappyLifeBefore40s #IchooseHappy

    ReplyDelete
  4. Iya, sepakat saya juga baru sadar, tahun-tahun belakangan ini bahwa impian itu memperpanjang harapan utuk terus bertahan hidup menggapai tujuan

    ReplyDelete
  5. Aku setuju apapun bentuknya asuransi memang penting untuk menunjang kehidupan kita

    ReplyDelete
  6. Setuju banget! Yang namanya rezeki itu pasti nggak akan tertukar, semua orang punya jatahnya masing-masing :)

    ReplyDelete
  7. Kalau orang nggak punya impian kok mati ya menurut aku. Karena dari impian ada harapan. Nah terpacu deh. Alhamdulillah ya tercapai jalan-jalan ke LNnya sebelum usia 40th. Semoga berkah juga dengan niat beliin rumah orang tua.

    ReplyDelete
  8. Setuju banget Wen, kita harus berani bermimpi karena tanpa mimpi belum tentu semua itu bisa tercapai.

    ReplyDelete
  9. Benarlah kiranya banyak org berasumsi segalanya berawal dari mimpi asal diupayakan dg ikhtiar juga ya

    ReplyDelete
  10. betullll... impian terarah menjadikan hidupku indah

    ReplyDelete
  11. Wah keren mbak, sudah bisa membahagiakan ortu, sukses selalu

    ReplyDelete
  12. Cita2 yang mulia banget kak.
    Semoga Tuhan selalu memberikan jalan yaaa
    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
  13. Aq bgt nih dulu buat punya asuransi susah bgt, bete kl ada yg nawarin

    ReplyDelete
  14. Smoga semua mimpi bisa tergapai amin

    ReplyDelete
  15. Nah yang bersyukur ini nih, terkadang dilupakan.. Padahal dengan bersyukur InsyaAllah nikmat akan bertambah.

    ReplyDelete
  16. Yes, berani untuk bermimpi!! Karena tanpa mimpi, kita kan punya pecutan semangat untuk menjalani hidup.

    ReplyDelete
  17. Nggak ada yang tidak mungkin, selama masih mau berusaha pasti ada jalan ya kak?

    Walau jalannya harua terseret-seret dan berdarah membiru

    ReplyDelete
  18. Kadang dengan bermimpi kita jadi semangat untuk menjalani hari. Semoga impian kakak segera tercapai yah

    ReplyDelete
  19. Wah bener banget harus berani bermimpi dulu juga aku gitu kesampean keliling dunia walaupun baru 6 negara tapi dari hasil uang sendiri super happy...

    ReplyDelete
  20. Usahanya patut diacungi jempol dua nih mbak, sebelum usia 40 thn impiannya sudah terkabul. Usaha memang gak menghianati hasil ya mbak.

    ReplyDelete
  21. Wahh inspirasi nih, aku juga pingin punya impian yang terwujud sebelum 409 salah satunya beli rumah

    ReplyDelete
  22. Wah.. Senangnya tercapai cita2 sebelum usia 40, semoga tercapai lg cita2 berikutnya :D

    ReplyDelete
  23. Semoga tercapai semua impiannya mbak, aamiin

    ReplyDelete
  24. Mbak Wenny, keren banget impianmu tercapai di usia muda. Ga nyangka lho kamu udah pindah-pindah kantor segitu banyaknya. Sekarang ngantor bareng Hillary.

    ReplyDelete
  25. Yup mbak. Aku juga mulai berani bermimpi. Terkadang impianku aku koar2. Yah siapa tahu kan ya ada dalahnsatu yang bisa tercapai entah itu kapan.

    ReplyDelete

Yuk berbagi cerita kalian disini

Powered by Blogger.