Tegas Kami Berbeda

April 18, 2018
Berbicara soal tegas terhadap anak membuat saya dilema, karena cerita soal pola asuh anak bagi saya penuh drama banget. Kalau kata mbak Myra yang menulis trigger tegas bukan berarti kejam saya sangat setuju dengan pernyataan tersebut.

Tapi pertanyaannya adalah apa iya yang melihatnya punya pemikiran yang sama? Nah, pemikiran yang berbeda tiap masing-masing individu inilah yang membuat saya sempat stress. Pasalnya ini pengalaman pertama saya merawat anak (baca: ibu baru). Ditambah mertua tinggal satu atap dengan kami. Dapat dibayangkan orangtua pasti mau menerapkan cara asuh yang sama ke cucunya. 

Drama merawat anak sudah dimulai sejak anak saya berusia 7 hari. Dimana mulai terlihat mertua berkomentar tentang banyaknya jumlah susu yang harus diminum si anak, cara gendong, dll. Seiring bertambah bulan bukannya saya semakin lepas tapi malah bertambah stress. Baru usia 3 bulan mertua nyeletuk suruh kasih anak saya makan pisang. Anak saya termasuk tipe yang rewel dan selalu nangis, mau BAB nangis, mau BAK nangis, bangun tidur nangis, mau tidur juga nangis.


Namun, setiap anak saya menangis selalu identik dengan kurang kenyang oleh mertua. Dimulai dari komentar ASI yang encer, hingga ketika MPASI porsi makan yang kurang banyak. Ketika anak saya mau memasuki usia 6 bulan saya sudah bertekad akan memberikan MPASI yang sesuai dengan usianya baik dari pengolahan hingga proses pemberiannya.

Saya ingin anak saya memiliki pola makan yang teratur dan untuk mencapainya saya harus tegas dari sisi waktu pemberian makan besar, snack, hingga pemberian susu. Tapi lagi-lagi terjadi perbedaan konsep dengan mertua. Dan puncaknya saat mertua tanpa ijin saya memberikan cemilan saat saya hendak memberikan makan besar, hal tersebut membuat saya kesal bukan main. Dan suami saya pun lebih memihak kepada ibunya.


Akhirnya seiring waktu saya merasa berjalan sendiri dan hampir menyerah. Membaca artikel dari teman-teman collaborative blogging siti nurbaya memberikan saya aura positif untuk tetap berusaha tegas, bukan demi saya atau mertua, tapi demi menerapkan sikap disiplin pada anak sejak dini. Tegas kami memang berbeda namun saya sadari perasaan sayang kami terhadap Hill adalah sama.

Baca juga : faber castell menjawab kontra pemberian gadget pada anak melalui colour to life

Happy sharing and keep smiling :)


34 comments:

  1. Semangat mbaa.. Hill anak pinter.
    Anak pertama aku jg gitu. Sensitive. Nanti pun berubah lama2 Kita beri pengertian..

    ReplyDelete
  2. Mari berpelukan mbak. Aku dulu juga begitu. Sering ngga sepaham sama aturan orang tua kami. Tapi aku pelan-pelan komunikasikan dengan baik. Apapun masalahnya, selalu kita diskusikan. Aku dan suami akhirnya jadi kompakan. Karena rumah tangga itu dibangun bersama ya, ya aturannya kudu sama-sama sepakat. Hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. *hug*semoga suami nanti bisa kompak sama aku :D

      Delete
  3. Balada tinggal bersama orangtua ya mbak. Semua pasti ada hikmahnya. Salam dr klp anggun :)

    ReplyDelete
  4. Setuju. Sebetulnya sama-sama sayang. Hanya saja caranya berbeda dan kadang-kadang jadi berbenturan. Solusinya kalau buat saya memang harus rutin komunikasi juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak.. salah komunikasi sering banget jadi masalah dalam rumah tangga.apalagi kalau mertua ikut tinggal bersama

      Delete
  5. Kayaknya ini dialami oleh hampir semua ibu baru ya. Tetap semangat mak, suatu hari akan ketemu celahnya kok bagi kita yang ingin membesarkan anak dengam cara sendiri. Bukan berarti cara ortu gak baik ya ��

    ReplyDelete
  6. kita memang hrs tegas ay apalagi dlm menerapkan disiplin, etika di rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mbak, cuma butuh kekompakkan ibu dan ayah :D

      Delete
  7. Aku juga tegas mbak, tpi klo kata suamiku terlalu galak. Ah Semoga aku bisa lebih tegas tpi ga galak

    ReplyDelete
    Replies
    1. aminnn... semua yang terbaik untuk anak ya mbak :)

      Delete
  8. Mertua dan mantu terkadang beda pendapat. Beda zaman dan mitos terkadang mempengaruhi pola asuh anak

    ReplyDelete
  9. Jangan kaya kucing sama anjing. Tenang bun dan bersabar menghadapi mertua dalam mengasuh anak

    ReplyDelete
  10. Pastinya ayah dan ibu punya cara asuh berbeda tapi harus diselaraskan supaya anak gak bingung ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mbak, ini yang masih jadi PR, kompak mengasuh anak..

      Delete
  11. suka mendengar dan membaca seperti ini, kadang mertua/orang tua ga matching dengan pola didik ibunya. akhirnya ya memilih pindah rumah supaya bisa mendidik anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. berbeda kasus mbak, kalau ini mertua ikut saya. Pindah rumah pun tetap diikuti kecuali mertua mau tinggal di tempat anaknya yang lain.:D

      Delete
  12. Lebih karena beda zaman kali ya mbak.. makanya perbedaan pendapat juga semakin runcing... Semangat terus mbak... Pengasuhan anak tetep ada ditangan mbak kok... Cuma ya kita tetep juga sih harus menghormati orang tua... Heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak.. cuma kadang kesal juga. Mamak rada sensitif. hihii

      Delete
  13. aih mba bener banget. kadang pola asuh kita atau apa yang kita pengenin buat anak suka berbenturan sama sekitar ya. semangat terus mba weeen

    ReplyDelete
  14. Pola asuh yang baik ya mba, saya juga mau mulai mengajarkan anak lebih nurut kepada orangtua.

    ReplyDelete
  15. Sebenernya drama menjadi ibu untuk anak pertama, hampir semua mengalaminya ya Mba. Pada dasarnya kita sebagai orangtua, kakek neneknya pasti ingin yg terbaik untuk anak kita.

    Tinggal penerapannya saja yang perlu dikomunikasikan dgn baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak evi, komunikasi kunci utama nya yaa :)

      Delete
  16. Jujur kalo baca ini saya jadi bercermin sendiri.... Bingung, kesal campur aduk tapi bagaimana pun harus tetap sabar ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener mbak. harus perbanyak sabar kalau berbeda pendapat dengan yang merasa lebih senior. :)

      Delete
  17. Problematik orangtua yang tinggal bareng sama nenek-kakek ya.
    Mau tegas, kadang jadi salah.
    Nggak tegas, anak kita jadi manja. Benar-benaran harus perbanyak sabar dan doa :)

    ReplyDelete
  18. Hai Bunda, jangan lupa ikutan lomba foto sama lomba nyanyi #bazaarbunda2 di Jogja, berhadiah jutaan rupiah & free treatment 1 tahun loh. Cek instagram kami yaa @bundaestibabyspa. Info/pendaftaran: WA: 0838-4905-1617 (Ana)

    ReplyDelete

Yuk berbagi cerita kalian disini

Powered by Blogger.